Lima Pedoman Sebelum Jatuh Cinta Lagi
PUTUS cinta memang sangat menyakitkan. Terlebih bila sebelumnya Anda
sempat berpikir bahwa si dia adalah cinta terakhir, harapan hidup dan
masa depan Anda. Ternyata Anda salah besar, he's not the one, dia pergi
begitu saja membuyarkan semua impian indah. Yang lebih menyakitkan hati
tentunya bila ternyata dia dengan mudah menggandeng cewek/cowok lain.
Akankah Anda akan terus meratapi kenyatan ini? Kalau ya,
berarti Anda sudah tertinggal jauh beberapa langkah dibanding orang
lain yang saat itu tengah berusaha meraih impian hidup yang lebih baik
lagi. Yang menjadi pertanyaan tentu bagaimana cara membina hubungan
lagi setelah mengalami kekecewaan mendalam?
Anda tentu merasa sulit untuk melupakan perpisahan yang begitu
mengecewakan. Bukan tak mungkin jika suatu hari bertemu dengannya, Anda
ingin memakinya atau malah mencekiknya. Tapi itu semua sia-sia karena
tokh kehidupan harus tetap berjalan.
Satu cara pembuka yang baik adalah dengan menerima kenyataan
dan menyadari masih banyak pria lain yang lebih pantas untuk menjadi
pendamping hidup Anda. Bayangkan pula bagaimana fun-nya Anda ketika
merasakan jatuh cinta. Bayangkan pula hari-hari Anda yang selalu diisi
perasaan 'aneh' bila tak bertemu kekasih.
Dari sini mulailah mencoba membuka diri dan bergaul dengan
banyak pria. Saat Anda mulai memperhatikan pria lain, seperti ketika
menatap cowok ganteng di kafe atau kolega baru di kantor, saat itulah
Anda sesungguhnya mulai merindukan kedekatan dengan seseorang dalam
sebuah hubungan cinta. Terus pedoman apa saja yang mesti dilakukan agar
hubungan kali ini akan sukses? Berikut ini ada lima aturan sebelum
jatuh cinta lagi!
Aturan Pertama: Jangan Pernah Membandingkan atau Membedakan
Saat ini, Anda mulai menemukan seseorang yang Anda sukai. Ia
membuat Anda tertawa dan Anda berdua tak mempunyai hambatan saat
ngobrol. Tapi tiba-tiba, pada kencan kedua, Anda mulai membandingkan
'orang baru' tersebut dengan mantan kekasih lama. Misalnya saat Anda
berdua sedang membicarakan masalah hiburan, Anda terkejut saat ia
mengatakan bahwa dia tak suka dengan Paris, kota favorit mantan kekasih
Anda. Menurut Anda, laki-laki baru ini tentu tak punya selera sama
sekali.
Kalau Anda berpikiran begitu cepatlah menyetopnya. Hal
terburuk yang dapat Anda lakukan dalam sebuah hubungan baru adalah
membandingkan dan membedakannya dengan mantan Anda. Jika Anda bermaksud
mencari pengganti mantan kekasih, bukan sebuah hubungan baru yang
segar. Malah kemungkinannya Anda takkan pernah menemukannya. Ingat Anda
putus dari dia akibat suatu hal, kecemburuan yang terlalu tinggi,
kebosanannya atau ia jatuh cinta pada cewek lain. Apapun alasannya,
Anda berdua memang tak cocok kendati dia memang cinta Paris sekalipun.
Jadi jangan hanya karena pasangan baru Anda tak memiliki
aksara 'Mr Right' di tubuhnya, bukan berarti Anda tak dapat bergaul
dengannya untuk mengisi kekosongan dalam hidup Anda. Satu hal yang juga
Anda perlu perhatikan adalah alangkah lebih baik bila Anda tak
berhubungan denganya kalau tak yakin dapat membina hubungan baru tanpa
merasa diabaikan setelahnya. Karena kalau Anda tetap berhubungan
dengannya, kepercayaan diri Anda pasti lenyap.
Aturan kedua: Lakukan Perlahan-lahan
Tak sedikit orang beranggapan, hubungan baru akan menuntaskan
rasa sakit hati. Lantaran hal tersebut maka mereka akan terburu-buru
untuk menuntaskan hubungan tersebut agar mengarah lebih serius.
Membangun hubungan baru sedalam hubungan lama yang lebih cepat malah
menjadi resep kehancuran. Nikmati saja hubungan baru Anda apa adanya,
jangan berusaha mengatur kedekatan yang belum siap dilaksanakan oleh
Anda berdua.
Aturan ketiga: Lakukan yang Beda
Anda hampir saja bisa melupakan mantan kekasih, namun tiba-tiba
teringat kembali padanya ketika 'orang baru' Anda mengajak ke restoran
yang dulu sering kalian kunjungi bersama. Untuk menghindari peristiwa
ini, jangan ragu untuk menemukan hal baru untuk mencegah flash back
yang menyakitkan. Anda tak perlu duduk-duduk saja dan melimpahkan semua
perasaan kepada pasangan baru Anda.
Diam-diam buatlah perubahan sendiri. Bagaimana kalau Anda
berdua nonton film yang pasti tak disukai mantan Anda? Atau pergi ke
suatu tempat yang tak pernah diinjak kaki sang mantan?
Aturan keempat: Hindari Masalah
Jangan pernah menganggap bahwa pasangan baru Anda akan seperti
mantan Anda. "Oke, saya akan menemuinya," kata Anda pada teman Anda
yang mengatur kencan ini. "Tapi saya tidak ingin keterusan. Saya tak
mau hubungan ini berakhir seperti sebelumnya."
Stop disitu! Tak semua laki-laki sama dengan mantan Anda. Jadi
berilah kesempatan pada laki-laki baru tersebut. Saat Anda memulai
sebuah hubungan baru, simpanlah pikiran Anda bagi diri sendiri saja.
Ingatlah setiap orang itu berbeda, demikian juga halnya dengan
laki-laki.
Aturan kelima: Belajar dari Masa lalu
Masih banyak cowok di luar sana, tapi bukan semuanya yang akan
bersama Anda seumur hidup. Itulah sebabnya mengapa menghabiskan waktu
sendiri tanpa cinta adalah ide yang baik. Gunakan kesendirian Anda
untuk memikirkan apa yang salah pada hubungan-hubungan sebelumnya.
Apakah Anda masih merasa tidak aman atau si dia belum dewasa?
Jangan biarkan sejarah terulang. Misalnya, buatlah sumpah
bahwa Anda takkan takluk lagi pada pasangan Anda. Saat Anda tak berada
dalam sebuah hubungan percintaan, akan lebih mudah untuk membicarakan
tentang ketidak-sukaan Anda terhadap suatu hal. Perhatikan tingkah laku
Anda sendiri. Apakah pendapat mantan Anda tentang keegoisan itu benar?
Kata kuncinya adalah rileks. Jangan mengharapkan terlalu
banyak dari hubungan pertama Anda setelah kekecewaan yang mendalam.
Nikmati fun dan kebebasan. Seperti ujar orang bijak, "Pasti ada saatnya
bagi setiap hal". Dan inilah saatnya bagi Anda untuk mencoba kembali
membina hubungan, tanpa ribuan pengharapan dan komplikasi.